Teknik Penulisan Feature Yang Menarik
Senin, 16 November 2020, Tagar.id mengadakan acara yaitu Tagar institute. “Bagaimana belajar menulis berita feature dengan baik, menarik, dan asyik” di kelas Tagar Institude bersama Lestantya R. Baskoro jam 13.00 WIB.
Dia founder Tagar Institute, Redaktur Eksekutif Tagar.id Pengujian Wartawan Pada Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS) Jakarta bersama Cory Olivia sebagai moderator. Lestantya R. Baskoro pernah membuat buku yang berjudul Jurnalisme Lingkungan, Jurnalisme Menggerakan; Jurnalisme Hukum, Jurnalisme Tanpa Menghakimi; Perlamanan Tempo, Biografi Kapolda (Jend) Widodo Budidarmo, dll.
Sebanyak 157 orang mengikuti kelas Tagar Institute dan ini merupakan kelas kedua yang diselenggarakan acara Tagar Institude. Ada yang mengikuti acara ini dari Solo, Sumatra Utara sangat antusias mengikuti acara yang Tagar.id. Materi dibuka dengan mengapa kita mesti membuat tulisan.
Lalu terdapat jenis dibagi menjadi dua penulisan, yaitu berita dan bon berita. Non berita dibagi kembali menjadi dua, yaitu feature dan opini atau essay. Lalu Lestyantya Baskora mengatakan Hard News dengan Feature berbeda. Feature ditulis dengan tulisan ringan sedangkan Hard News semakin membaca kebawah semakin tidak penting untuk dibaca karena sudah dijelaskan dengan dibagian awal dan akhir hanyalah hiasan saja.
Cara membuat tulisan fearure terdiri dari angle tajam, tentukan narasumber minimal 3 orang, lead dan ending menarik, deskripsi kuat, dan kutipan benar. Lestantya Baskoro mengingatkan tujuan membuat feature adalah tulisan fokus sesuai angle, cepat dan tepat, dan satu kesatuan tulisan (enak dibaca). Jenis pembuka dan jenis ending (penutup) bagian terakhir acara setelah itu melakukan sesi foto untuk penutup acara Tagar Institute.

Komentar
Posting Komentar